Berita Terkini

BIMTEK SIDALIH Hari Ke-II: Operator Punya Peran Berbeda

Jakarta, kpu-bolselkab.go.id- Dalam bimbingan teknis (bimtek) Aplikasi Sistem Pemutakhiran Data Pemilih (Sidalih) Pemilihan Kepala Daerah serentak (Pilkada) Tahun 2015 di Novotel Mangga Dua Jakarta,  dijelaskan bahwa masing-masing akun operator aplikasi akan memiliki privilege yang berbeda-beda sesuai dengan wewenang dan fungsi masing-masing operator, Selasa, (9/6).   Sesuai paparan Fasilitator Biro Perencanaan dan Data Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, akun Sidalih akan dibagi menjadi 4 (empat) jenis. Pertama akun webmaster, kedua akun komisioner, ketiga akun operator KPU Kabupaten/Kota, keempat operator PPK/PPS.   Webmaster dijelaskan akan memiliki otoritas penuh. Hanya akun itu yang bisa menambah operator sidalih, dan memberi akses kepada operator KPU Kabupaten/Kota, dan operator PPK/PPS untuk melakukan input data dan tugas pemutakhiran data pemilih (mutarlih) lainnya melalui sidalih.   Untuk fungsi pengawasan, sidalih telah dirancang untuk mencatat tiap log yang dilakukan oleh webmaster. Seperti kepada siapa webmaster memberi wewenang, kepada siapa dia mencabut wewenang operator, dan semua kegiatan yang dilakukan oleh webmaster.   Dengan pencatatan tersebut, diharapkan komisioner KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota, dapat mengawasi dan memantau proses mutarlih melalui sidalih dan fungsi sidalih lainnya dalam penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah serentak Tahun 2015   Akun komisioner memiliki fungsi supervisi terkait jumlah data yang diinput, jumlah operator, dan fungsi-fungsi pengawasan lainnya. Sedangkan operator KPU Kabupaten/Kota, dan operator PPK/PPS dalam sidalih diberi fungsi sebagai supporter, dan memiliki akses “edit”, “delete”, “sinkronisasi”, tambah kurang TPS dan download.   Karena memiliki wewenang yang luas, fasilitator KPU mengingatkan kepada webmaster untuk menjalankan tugas dengan cermat. Manakala tugas operator PPK/PPS dan operator KPU Kabupaten/Kota telah usai, maka webmaster wajib mencabut akses yang sebelumnya dimiliki oleh operator KPU Kabupaten/Kota, dan operator PPK/PPS.   Hal itu dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan wewenang dari tiap operator. Oleh karena itu masing-masing satker KPU perlu memilih satu webmaster yang dirasa mampu dan memiliki integritas yang mumpuni untuk menjaga proses mutarlih melalui sidalih.   Komisioner KPU Bolsel yang membidangi Pemutahiran Pemilih Mishart A. Manoppo di sela kegiatan saat dimintai tanggapan mengatakan, Proses pemutahiran pemilih dengan menggunakan SIDALIH memang sangat di butuhkan, beberapa perbaikan dan peneyempurnaan telah di lakukan oleh Tim IT KPU RI sehingga proses pengawasan dapat kami di tingkat KPU Kab/Kota, dengan model SEDALIH seperti ini kami berharap proses pemutahiran akan lebih baik di banding Pemilu sebelumnya. Ucap Acim..(rap/red. Hupmas Kpu Bolsel)

KPU Bolsel Hadiri Bimtek SIDALIH

Jakarta,– Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Husni Kamil Manik menyatakan agar KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota agar mencermati betul isi Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU). Senin (8 Juni 2015). Hal tersebut disampaikannya dalam Pembukaan Bimbingan Teknis Sistem Pemutakhiran Data Pemilih (Sidalih) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2015, di Novotel Hotel Jakarta. “Saya hendak menekankan agar saudara sekalian mencermati betul isi dari PKPU itu, karena ada sejumlah istilah baru dalam penyebutan daftar pemilih yang belum pernah ada di dalam peraturan kita sebelumnya,” ujar Husni Husni mengingatkan bahwasanya pekerjaan pemutakhiran pemilih diawali dengan penyerahan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) yang diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri 3 Juni 2015 silam.  Selanjutnya KPU melakukan analisis dan sinkronisasi DP4 dengan Pilpres 2014. Ia juga berharap, setelah analisis dan sinkronisasi, KPU Kabupaten/ Kota menyusun data pemilih dengan membagi pemilih untuk tiap TPS paling banyak 800 orang. Data pemilih tersebut oleh PPDP (Panitia Pemutakhiran Daftar Pemilih) akan dilakukan pencocokan dan penelitian (coklit) di lapangan. “Coklit akan dilakukan pada rentang waktu tanggal 15 Juli – 19 Agustus 2015. Dari hasil coklit, PPS melakukan Penyusunan daftar pemilih hasil pemutakhiran. Daftar Pemilih hasil pemutakhiran akan direkapitulasi secara berjenjang dari PPS, PPK, hingga KPU Kabupaten/Kota,” tutur Husni. Penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) dilaksanakan pada tingkat KPU kabupaten/Kota pada tanggal 1 – 2 September 2015.  DPS ini akan  terus diperbaiki menjadi Daftar Pemilih Semnetara Hasil Perbaikan (DPSHP) hingga akhirnya menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT). DPT akan ditetapkan di tingkat Kabupaten/Kota pada tanggal 1 – 2 Oktober 2015, dan diharapkan telah dapat ditetapkan di tingkat Provinsi pada tanggal 3 – 4 Oktober 2015. Husni juga menambahkan Aplikasi Sidalih yang digunakan untuk Pilkada serentak ini merupakan hasil pengembangan dari Aplikasi Sidalih yang digunakan pada Pemilihan Anggota DPR, DPD dan DPRD serta Pemilihan Presiden tahun 2014. Terpisah, Ketua Divisi Pemutahiran Pemilih KPU Bolaang Mongondow Selatan Mishart A. Manoppo mengatakan, Bimtek kali ini berbeda dengan Bimtek Sidalih di Pemilu Pileg dan Pilpres, di karenakan adanya beberapa perubahan fitur Aplikasi serta metode pemutahiran. Sehingganya Butuh perhatiaan ddan keseriusan dalam menerima materi, Usam Mishart. Bimbingan Teknis Sistem Pemutakhiran Data Pemilih (Sidalih) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2015 akan berlangsung selama 3 (tiga) hari ini mengundang Komisioner KPU Provinsi dan Kabupaten/Kota serta operator yang akan melaksanakan Pilkada serentak (ajg/red. FOTO KPU/DH/Hupmas)

MASKOT RESMI PILBUP BOLSEL 2015

KONSEP MASKOT PEMILIHAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI BOLAANG MONGONDOW SELATAN TAHUN 2015 Dasar Ide Maskot yang digunakan diambil dari satwa khas daerah Bolaang Mongondow Selatan yaitu Burung Rangkong (Aceros Cassidix). Jenis burung ini diambil sebagai maskot karena masuk dalam kategori satwa endemik dan burung langka yang dilindungi dan juga cukup familiar di Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), mulai dari Molosipat sampai dengan Iligon. Serta sesuai SK Dirjen PHKA Nomor SK.132/IV-KKH/2011 tanggal 8 Juli 2011, Burung Rangkong yang menghuni Kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBW) termasuk salah satu satwa yang wajib dilindungi dari ancaman kepunahan, sehingga untuk menjaga kelestarian dan mencegah perburuan, burung ini dinilai layak dijadikan maskot untuk Pilbub Bolsel 2015. Filosofi Memang harus diakui, selain Burung Rangkong masih ada beberapa satwa endemik kategori satwa langka seperti Tarsius, Babirusa, Anoa, Maleo, Kerah Hitam Sulawesi. Namun ada pertimbangan yang kuat sehingga pilihan jatuh pada Burung Rangkong. Tuhan telah mengatur sedemikian rupa, agar hutan mengalami suksesi dan menjaga keseimbangannya melalui makhluk yang bernama rangkong. Ternyata untuk mencari makanannya yang 80% berupa buah, rangkong mampu menjelajah hutan rata-rata 10km/hari dan luas daerah jelajahnya mencapai 55 km2. Artinya, rangkong mampu mencari makan sekaligus menyebarkan biji dari buah yang dimakannya seluas daerah jajahannya. Burung ini bagaikan petani penyebar benih hutan yang tak kenal lelah. (Suer Suryadi/Konservator) Keunggulan itulah yang semakin menguatkan Burung Rangkong untuk dijadikan Maskot Pilbup Bolsel 2015, yang diharapkan nantinya dapat menghasilkan pemimpin yang tak kenal lelah untuk menebar kemakmuran bagi masyarakat Bolsel. Nama Maskot Sebuah maskot didesain untuk menyemarakkan sebuah gelaran atau hajatan. Dalam hal ini “Si Rangkong” menjadi nama resmi maskot yang digunakan dalam rangka publikasi dan sosialisasi Pilbup Bolsel 2015. Desain maskot “Si Rangkong” yang ramah, antusias, dan berpakaian adat khas Bolsel mempresentasikan karakter sebuah hajatan yang diharapkan dapat berlangsung aman, kondusif, dan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam memilih, serta menjunjung tinggi kearifan lokal demi kesuksesan pelaksanaan Pilbup Bolsel 2015. Makna Warna Warna utama pembentuk maskot terdiri dari 5 warna dominan. Abu-abu, jingga, oranye, putih, dan coklat. Warna abu-abu, jingga, oranye, dan putih di badan Maskot “Si Rangkong” merupakan paduan warna khas Burung Rangkong di Bolaang Mongondow Selatan. Abu-abu mempunyai makna keamanan dan kedewasaan. Jingga mewakili antusiasme. Oranye merupakan bentuk independensi dan kesuksesan. Putih melambangkan kejujuran dan persatuan. Warna coklat dengan kombinasi coklat tua dan coklat muda pada pakaian adat dalam maskot merupakan cerminan warna khas pakaian seragam KPU yang di sisi lain warna ini juga melambangkan produktivitas dan kerja keras. Alternatif Karakter dan Perbandingan Maskot

Gelar FGD (Focus Group Discussion) : KPU Matangkan Maskot PILBUP Bolsel 2015

Molibagu. Dalam rangka peningkatan Partisipasi Pemilih, Berbagai Cara di siapkan KPU Bolsel, salah satunya dengan membuat Maskot. Divisi Data dan Perencanaan KPU Bolsel Mishart A. Manoppo saat dimintai tanggapan mengatakan," dalam perencanaan guna keperluan sosialisasi kami Merencanakan membuat Maskot untuk PILBUB Bolsel tahun 2015, adapun maskot yang akan kami gunakan yaitu Burung Rangkong Sulawesi (Aceros Cassidix), ini kami ambil sebagai Maskot kerena masuk dalam kategori burung Langka yang di lindungi dan juga cukup familiar di Bolsel, mulai dari Molosipat sampai dengan Iligon". Lanjut Acim sapaan Humas KPU Bolsel ini, bahwa Burung Rangkong ini cukup familiar karena, dari tiga wilayah besar yang ada di Bolsel punya Nama sendiri untuk jenis Burung ini. Wilayah Posigadan misalnya, menyebut Burung ini dengan sebutan "ALOW", Wilayah Bolaang Uki Menyebutnya "ARLOW" sedangkan Wilayah Pinolosian menamakan Burung ini dengan Nama "KALOW".  Sehingganya untuk menjaga Kelestarian dan mencegah Perburuan, Kami Menilai Burung ini Layak untuk di jadikan Maskot untuk Pilbub Bolsel 2015. Namun sebelum di tetapkan Kami akan menggelar FGD yang melibatkan tokoh Masyarakat, Tokoh Adat serta Pemerintah untuk mendapatkan Masukan dalam Penyempurnaan Maskot sebelum di tetapkan dan di Sosialisasikan sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian Hari. Ucapnya. *(Humas)

5 Komisioner, Hadiri Focus Group Discussion (FGD) di KPU Provinsi SULUT

Manado, 1/06/2015. Untuk mematangkan pelaksaaan pilkada serentak tanggal 9 Desember 2015, Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Utara, melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan Tema ” Sulut Menuju Pilkada Serentak Berintegritas”. Kegiatan ini menghadirkan Narasumber dari Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Republik Indonesia (DKPP RI) Ibu DR.Vallina Singkang Subekti, M.Si. Anggota DKPP RI. Kegiatan yang Dibuka Lansung Oleh Ketua KPU Provisi Sulut Ibu. Yessy J. Momongan, M.Si ini dihadiri peserta yang berasal dari KPU Sulut, Bawaslu Sulut serta KPU dan Panwaslu Kab/Kota di 7 Daerah Kab/Kota yang akan menyelenggarakan Pilkada Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota serentak tahun 2015 ini. Ketua KPU Bolsel, Zulkarnain Kamaru saat dimintai tanggapan, mangatakan FGD ini adalah rangkaian kegiatan yang dilaksanakan KPU Sulut dalam memantapkan Kesiapan menghadapi pelaksanaan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut tahun 2015 serta Pemilihan Bupati/Walikota di 7 Daerah se Sulut. Lanjut Zulkarnain menyampaikan, KPU Bolsel sendiri adalah Salah satu Daerah yang akan Menyelenggarakan Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Bolsel 9 Desember 2015 nanti. Kami bersyukur pada FGD ini, kami banyak mendapatkan Arahan dan Materi yang sangat bermanfaat untuk di jadikan modal dalam melaksanakan Pilkada serentak di Bolsel, tutup Ketua.*(humas)